Mengintegrasikan
Kompetensi Sosial Emosional pada pembelajaran Berdiferensiasi Window
Shopping
Dida Firgiawan
SMAN 8 Bandung
didafirgiawan88@guru.sma.belajar.id
|
|
|
|
|
Key Words: Kompetensi Sosial Emosional
(KSE), Pembelajaran Berdiferensiasi, Window shopping |
|
Abstrak: Praktik baik ini bertujuan untuk
mengembangkan kompetensi sosial emosional (KSE) peserta didik melalui
pembelajaran berdiferensiasi window shopping. KSE jarang dilatihkan
dengan sengaja, sehingga menjadi tantangan bagi penulis untuk mencoba
mengembangkan KSE peserta didik, Upaya yang dilakukan adalah dengan
mengintegrasikan KSE pada pembelajaran berdiferensiasi window shopping.
Pengukuran KSE peserta didik dilakukan menggunakan instrument berupa
kuisioner self assessment tentang indikator KSE. Hasil menunjukkan
rata-rata sebagian besar peserta didik sangat setuju bahwa mereka memiliki Kompetensi
Sosial Emosional yang tinggi setelah mengikuti pembelajaran berdiferensiasi window
shopping. Peserta didik memberikan respon senang, semangat dan antusias
mengikuti pembelajaran. Praktik baik ini dapat diterapkan pada semua mata pelajaran
dan semua jenjang serta beragam metode pembelajaran. |
Situasi
A. PENDAHULUAN
Ketika masuk kelas, awal sebelum dimulainya pembelajaran, seringkali saya
melihat situasi peserta didik dengan
ekspresi dan perilaku yang berbeda-beda. Ada yang ceria, ada yang kelihatan
sedih dan cemas begitu juga dengan perilaku peserta didik yang beragam, ada peserta
didik yang ekpresif, pendiam dan ada juga yang ekstrovet. Hal tersebut semuanya
berkaitan dengan kondisi sosial emosional yang ditunjukkan dengan ekspresi dan
perilaku. Jika kita sebagai pendidik memaksakan langsung memulai pembelajaran
dengan kondisi sosial emosional peserta didik yang tidak terkontrol, maka
pembelajaran akan berlangsung kurang optimal. Pembelajaran akan efektif jika
peserta didik memiliki kesadaran diri dan manajemen diri yang baik dalam
mengontrol ekspresi dan perilakunya
Selain kesadaran diri dan manajemen diri peserta didik juga harus
memiliki kesadaran sosial, keterampilan berelasi dan pengambilan keputusan yang
bertanggung jawab yang kesemuanya ini termasuk kedalam kompetensi sosial
emosional yang terdapat juga pada kurikulum merdeka. Kemampuan ini penting
dimiliki bukan hanya untuk kelancaran mengikuti pembelajaran akan tetapi juga
sebagai bekal peserta didik dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Peserta didik yang memiliki
keterampilan sosial emosional yang baik cenderung lebih sukses dalam berbagai
aspek kehidupan, termasuk dalam karier dan hubungan pribadi. Selama ini para pendidik juga masih jarang melatihkan KSE karena kurangnya
pemahaman. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka KSE sangat penting dan
perlu dikembangkan pada peserta didik melalui pembelajaran di kelas.
Tantangan
B. PERMASALAHAN
Tantangan yang saya hadapi dalam
mengembangkan kompetensi sosial emosional peserta didik adalah belum
terbiasanya saya dalam melatihkan KSE. Hal ini disebabkan pemahaman awal mengenai
KSE yang masih terbatas, termasuk bagaimana pembelajarannya dan cara mengukur
KSE peserta didik
Aksi
C. PEMBAHASAN
Upaya yang saya lakukan untuk
mengembangkan KSE pada peserta didik adalah dengan mengintegrasikannya dalam
pembelajaran. Agar pembelajaran dapat diikuti dengan baik dan sesuai kebutuhan
belajar peserta didik maka pembelajaran berdiferensiasi window shopping saya
pilih untuk mengembangkan KSE. Window shopping merupakan pembelajaran
berbasis kerja kelompok, di mana setiap kelompok berdiskusi mengenai suatu
topik kemudian akan menyajikan hasil diskusi kelompoknya dalam kertas karton
dengan berbagai bentuk. Selain itu, setiap perwakilan kelompok akan berkeliling
dan berkunjung ke kelompok lain untuk mendapatkan informasi, konsep dan materi.
Langkah-langkah yang saya lakukan dalam mengintegrasikan KSE pada
pembelajaran berdiferensiasi window shopping diantaranya; langkah 1)
memetakan kebutuhan belajar peserta didik. Setelah itu saya masukan
pada RPP. Langkah 2) menyisipkan KSE pada langkah-langkah pembelajaran. Pada
kegitatan awal pembelajaran, peserta didik diminta untuk mengungkapkan perasaan
yang mereka rasakan, kemudian temannya yang lain menanggapi ungkapan perasaan
atau emosi tersebut. Hal ini dilakukan untuk melatihkan rasa empati sehingga
antar sesama teman akan saling menghormati dan menghargai (KSE kesadaran diri
dan kesadaran sosial).
Gambar 1. Peserta
didik berbagi perasaan untuk melatihkan empati (KSE kesadaran diri dan
kesadaran sosial)
Setelah itu, pada
awal kegiatan inti saya melaksanakan Ice Breaking teknik STOP (KSE
Manajemen diri) agar siswa lebih siap dan fokus dalam melaksanakan
pembelajaran. Langkah-langkah teknik STOP yaitu: Pertama, S (stop/berhenti).
Menginstruksikan semua peserta didik menghentikan sejenak semua aktivitas.
Kemudian meminta peserta didik duduk dengan posisi nyaman, badan tegak dan
rileks; Kedua, T (take a deep breath/ tarik napas dalam), merasakan
udara segar masuk ke hidung, lalu menghembuskan, sebanyak 2-3 kali; Ketiga, O (observe/amati).
Menginstruksikan semua peserta didik mengamati apa yang sedang dirasakan pada
tubuh. Keempat, P (proceed/lanjutkan). Pada tahap ini ice breaking
selesai
Selanjutnya saya
memberikan permasalahan pada peserta didik melalui LKPD mengenai penyakit yang
disebabkan oleh Virus. Peserta didik secara berkelompok berdiskusi untuk
mencari jawaban dari permasalahan yang diberikan (KSE Keterampilan berelasi). Saya
menyediakan akses sumber informasi yang beragam untuk peserta didik seperti
Buku paket, PPT, Video You Tube maupun E-book (Diferensiasi Konten). Pada
proses diskusi, Saya memberikan bimbingan lebih intensif pada siswa yang
“lambat” serta memberikan kepercayaan untuk lebih mandiri pada siswa yang memiliki
kemampuan “cepat” (Diferensiasi proses). Hasil diskusi tersebut boleh disajikan
dalam bentuk yang beragam seperti gambar, peta pikiran, deskripsi tulisan dan tabel
(Difrensiasi Produk). Kemudian peserta didik di setiap kelompok akan membuat
Keputusan mengenai bentuk penyajian hasil diskusinya mau seperti apa (KSE Pengambilan Keputusan
yang bertanggung jawab)
Sumber. Dokumentasi pribadi
Gambar 2. Peserta didik berdiskusi dan menyajikan hasilnya dalam berbagai bentuk (KSE Keterampilan berelasi dan Pengambilan Keputusan)
Proses
selanjutnya setiap kelompok membagi tugas anggotanya, ada yang berperan sebagai
Presenter dengan stand by di kelompoknya (Toko) dan ada yang bertugas
untuk berkunjung ke kelompok lain untuk mendapatkan materi, konsep dan informasi
(KSE Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab). Setiap peserta didik dalam
setiap kelompok akan berganti peran sebagai Presenter dan Tamu secara
bergiliran dalam waktu 5 menit setiap “toko” (kelompok). Setelah selesai, maka
semua peserta didik kembali ke kelompok asal untuk berbagi informasi dan
pemahaman dari hasil kunjungan ke kelompok lain (KSE Keterampilan berelasi dan
kesadaran sosial). Setiap pergantian peran dan kunjungan kelompok Saya
mengarahkan peserta didik untuk saling memberikan apresiasi dengan “Tepuk
Keren” (KSE
Kesadaran sosial dan Keterampilan berelasi)
Sumber. Dokumentasi pribadi
Gambar 3.
Presenter menjelaskan hasil diskusi pada Tamu yang berkunjung (KSE Kesadaran
sosial, Manajemen diri, keterampilan berelasi)
Di
kegiatan akhir pembelajaran, saya arahkan peserta didik untuk membuat
kesimpulan. Selanjutnya Saya memberikan penguatan dan pendalaman materi serta
diakhiri dengan melaksanakan kegiatan Refleksi. Langkah 3) mengukur KSE peserta
didik. Untuk mengukur ketercapaian KSE, Saya menggunakan instrumen kuisioner self
assessment dan lembar observasi. Selain
itu, saya juga melaksanakan refleksi, mengenai peristiwa, perasaan,
pembelajaran dan penerapan kedepannya
Refleksi
D. HASIL
Hasil integrasi KSE pada pembelajaran berdiferensiasi window shopping
diketahui melalui kuisioner sederhana berupa self asesmen, ditunjukkan
oleh diagram lingkaran di bawah ini
Sumber. Dokumentasi pribadi
Gambar 4. Grafik pengukuran KSE Peserta didik melalui kuisioner
Berdasarkan gambar 4 di atas Sebagian besar peserta didik sangat setuju
bahwa mereka memiliki kesadaran diri, manajemen diri dan keterampilan berelasi
yang tinggi setelah pembelajaran.
Secara keseluruhan peserta didik mengikuti pembelajaran dengan baik,
kondusif dan aktif. Peserta didik juga menjadi lebih empati pada
teman-temannya. Hal ini terlihat dari kekompakan dan solidnya setiap kelompok
dalam berdiskusi, berbagi tugas serta menyajikan hasil diskusi dengan penuh
semangat. Semua peserta didik terlibat dalam kerja kelompok, semua juga
berkontribusi dalam kelompoknya. Hal ini terjadi karena peserta didik merasa
nyaman, dapat mengendalikan emosinya, merasa diperhatikan oleh temannya (empati)
serta peserta didik dapat belajar sesuai dengan kebutuhan belajarnya (Visual,
Audio, Kinestetis, cepat, lambat) sehingga semua potensi peserta didik dapat
berkembang dengan baik.
E. KESIMPULAN
Kompetensi Sosial
Emosional (KSE) peserta didik dapat dikembangkan dengan cara mengintegrasikan
KSE pada pembelajaran berdiferensiasi Window Shopping. Peserta didik
terpenuhi kebutuhan belajarnya dan menunjukkan respon senang, semangat serta
antusiasme dalam belajar secara aktif.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar