Minggu, 02 November 2025

 

Mengintegrasikan Kompetensi Sosial Emosional pada pembelajaran Berdiferensiasi Window Shopping

 

Dida Firgiawan

SMAN 8 Bandung

didafirgiawan88@guru.sma.belajar.id

 

 

 

 

Key Words:

Kompetensi Sosial Emosional (KSE), Pembelajaran Berdiferensiasi, Window shopping

 

 

 

 

Abstrak: Praktik baik ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sosial emosional (KSE) peserta didik melalui pembelajaran berdiferensiasi window shopping. KSE jarang dilatihkan dengan sengaja, sehingga menjadi tantangan bagi penulis untuk mencoba mengembangkan KSE peserta didik, Upaya yang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan KSE pada pembelajaran berdiferensiasi window shopping. Pengukuran KSE peserta didik dilakukan menggunakan instrument berupa kuisioner self assessment tentang indikator KSE. Hasil menunjukkan rata-rata sebagian besar peserta didik sangat setuju bahwa mereka memiliki Kompetensi Sosial Emosional yang tinggi setelah mengikuti pembelajaran berdiferensiasi window shopping. Peserta didik memberikan respon senang, semangat dan antusias mengikuti pembelajaran. Praktik baik ini dapat diterapkan pada semua mata pelajaran dan semua jenjang serta beragam metode pembelajaran.

 

Situasi

A.     PENDAHULUAN

Ketika masuk kelas, awal sebelum dimulainya pembelajaran, seringkali saya melihat situasi peserta didik  dengan ekspresi dan perilaku yang berbeda-beda. Ada yang ceria, ada yang kelihatan sedih dan cemas begitu juga dengan perilaku peserta didik yang beragam, ada peserta didik yang ekpresif, pendiam dan ada juga yang ekstrovet. Hal tersebut semuanya berkaitan dengan kondisi sosial emosional yang ditunjukkan dengan ekspresi dan perilaku. Jika kita sebagai pendidik memaksakan langsung memulai pembelajaran dengan kondisi sosial emosional peserta didik yang tidak terkontrol, maka pembelajaran akan berlangsung kurang optimal. Pembelajaran akan efektif jika peserta didik memiliki kesadaran diri dan manajemen diri yang baik dalam mengontrol ekspresi dan perilakunya

Selain kesadaran diri dan manajemen diri peserta didik juga harus memiliki kesadaran sosial, keterampilan berelasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab yang kesemuanya ini termasuk kedalam kompetensi sosial emosional yang terdapat juga pada kurikulum merdeka. Kemampuan ini penting dimiliki bukan hanya untuk kelancaran mengikuti pembelajaran akan tetapi juga sebagai bekal peserta didik dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Peserta didik yang memiliki keterampilan sosial emosional yang baik cenderung lebih sukses dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam karier dan hubungan pribadi. Selama ini para pendidik juga masih jarang melatihkan KSE karena kurangnya pemahaman. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka KSE sangat penting dan perlu dikembangkan pada peserta didik melalui pembelajaran di kelas.

 

Tantangan

B.      PERMASALAHAN

Tantangan yang saya hadapi dalam mengembangkan kompetensi sosial emosional peserta didik adalah belum terbiasanya saya dalam melatihkan KSE. Hal ini disebabkan pemahaman awal mengenai KSE yang masih terbatas, termasuk bagaimana pembelajarannya dan cara mengukur KSE peserta didik

 

Aksi

C.     PEMBAHASAN 

Upaya yang saya lakukan untuk mengembangkan KSE pada peserta didik adalah dengan mengintegrasikannya dalam pembelajaran. Agar pembelajaran dapat diikuti dengan baik dan sesuai kebutuhan belajar peserta didik maka pembelajaran berdiferensiasi window shopping saya pilih untuk mengembangkan KSE. Window shopping merupakan pembelajaran berbasis kerja kelompok, di mana setiap kelompok berdiskusi mengenai suatu topik kemudian akan menyajikan hasil diskusi kelompoknya dalam kertas karton dengan berbagai bentuk. Selain itu, setiap perwakilan kelompok akan berkeliling dan berkunjung ke kelompok lain untuk mendapatkan informasi, konsep dan materi.

Langkah-langkah yang saya lakukan dalam mengintegrasikan KSE pada pembelajaran berdiferensiasi window shopping diantaranya; langkah 1) memetakan kebutuhan belajar peserta didik. Setelah itu saya masukan pada RPP. Langkah 2) menyisipkan KSE pada langkah-langkah pembelajaran. Pada kegitatan awal pembelajaran, peserta didik diminta untuk mengungkapkan perasaan yang mereka rasakan, kemudian temannya yang lain menanggapi ungkapan perasaan atau emosi tersebut. Hal ini dilakukan untuk melatihkan rasa empati sehingga antar sesama teman akan saling menghormati dan menghargai (KSE kesadaran diri dan kesadaran sosial).



                               Sumber. Dokumentasi pribadi

Gambar 1. Peserta didik berbagi perasaan untuk melatihkan empati (KSE kesadaran diri dan kesadaran sosial)

Setelah itu, pada awal kegiatan inti saya melaksanakan Ice Breaking teknik STOP (KSE Manajemen diri) agar siswa lebih siap dan fokus dalam melaksanakan pembelajaran. Langkah-langkah teknik STOP yaitu: Pertama, S (stop/berhenti). Menginstruksikan semua peserta didik menghentikan sejenak semua aktivitas. Kemudian meminta peserta didik duduk dengan posisi nyaman, badan tegak dan rileks; Kedua, T (take a deep breath/ tarik napas dalam), merasakan udara segar masuk ke hidung, lalu menghembuskan, sebanyak 2-3 kali; Ketiga, O (observe/amati). Menginstruksikan semua peserta didik mengamati apa yang sedang dirasakan pada tubuh. Keempat, P (proceed/lanjutkan). Pada tahap ini ice breaking selesai

Selanjutnya saya memberikan permasalahan pada peserta didik melalui LKPD mengenai penyakit yang disebabkan oleh Virus. Peserta didik secara berkelompok berdiskusi untuk mencari jawaban dari permasalahan yang diberikan (KSE Keterampilan berelasi). Saya menyediakan akses sumber informasi yang beragam untuk peserta didik seperti Buku paket, PPT, Video You Tube maupun E-book (Diferensiasi Konten). Pada proses diskusi, Saya memberikan bimbingan lebih intensif pada siswa yang “lambat” serta memberikan kepercayaan untuk lebih mandiri pada siswa yang memiliki kemampuan “cepat” (Diferensiasi proses). Hasil diskusi tersebut boleh disajikan dalam bentuk yang beragam seperti gambar, peta pikiran, deskripsi tulisan dan tabel (Difrensiasi Produk). Kemudian peserta didik di setiap kelompok akan membuat Keputusan mengenai bentuk penyajian hasil diskusinya  mau seperti apa (KSE Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab)


                                                   Sumber. Dokumentasi pribadi 

Gambar 2. Peserta didik berdiskusi dan menyajikan hasilnya dalam berbagai bentuk (KSE Keterampilan berelasi dan Pengambilan Keputusan)

Proses selanjutnya setiap kelompok membagi tugas anggotanya, ada yang berperan sebagai Presenter dengan stand by di kelompoknya (Toko) dan ada yang bertugas untuk berkunjung ke kelompok lain untuk mendapatkan materi, konsep dan informasi (KSE Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab). Setiap peserta didik dalam setiap kelompok akan berganti peran sebagai Presenter dan Tamu secara bergiliran dalam waktu 5 menit setiap “toko” (kelompok). Setelah selesai, maka semua peserta didik kembali ke kelompok asal untuk berbagi informasi dan pemahaman dari hasil kunjungan ke kelompok lain (KSE Keterampilan berelasi dan kesadaran sosial). Setiap pergantian peran dan kunjungan kelompok Saya mengarahkan peserta didik untuk saling memberikan apresiasi dengan “Tepuk Keren” (KSE
Kesadaran sosial dan Keterampilan berelasi)

                                                                                       Sumber. Dokumentasi pribadi

Gambar 3. Presenter menjelaskan hasil diskusi pada Tamu yang berkunjung (KSE Kesadaran sosial, Manajemen diri, keterampilan berelasi)

Di kegiatan akhir pembelajaran, saya arahkan peserta didik untuk membuat kesimpulan. Selanjutnya Saya memberikan penguatan dan pendalaman materi serta diakhiri dengan melaksanakan kegiatan Refleksi. Langkah 3) mengukur KSE peserta didik. Untuk mengukur ketercapaian KSE, Saya menggunakan instrumen kuisioner self assessment  dan lembar observasi. Selain itu, saya juga melaksanakan refleksi, mengenai peristiwa, perasaan, pembelajaran dan penerapan kedepannya

 

Refleksi

D.     HASIL

Hasil integrasi KSE pada pembelajaran berdiferensiasi window shopping diketahui melalui kuisioner sederhana berupa self asesmen, ditunjukkan oleh diagram lingkaran di bawah ini





 

 

 

 

                                           Sumber. Dokumentasi pribadi

Gambar 4. Grafik pengukuran KSE Peserta didik melalui kuisioner

Berdasarkan gambar 4 di atas Sebagian besar peserta didik sangat setuju bahwa mereka memiliki kesadaran diri, manajemen diri dan keterampilan berelasi yang tinggi setelah pembelajaran.

Secara keseluruhan peserta didik mengikuti pembelajaran dengan baik, kondusif dan aktif. Peserta didik juga menjadi lebih empati pada teman-temannya. Hal ini terlihat dari kekompakan dan solidnya setiap kelompok dalam berdiskusi, berbagi tugas serta menyajikan hasil diskusi dengan penuh semangat. Semua peserta didik terlibat dalam kerja kelompok, semua juga berkontribusi dalam kelompoknya. Hal ini terjadi karena peserta didik merasa nyaman, dapat mengendalikan emosinya, merasa diperhatikan oleh temannya (empati) serta peserta didik dapat belajar sesuai dengan kebutuhan belajarnya (Visual, Audio, Kinestetis, cepat, lambat) sehingga semua potensi peserta didik dapat berkembang dengan baik.

E.      KESIMPULAN 

Kompetensi Sosial Emosional (KSE) peserta didik dapat dikembangkan dengan cara mengintegrasikan KSE pada pembelajaran berdiferensiasi Window Shopping. Peserta didik terpenuhi kebutuhan belajarnya dan menunjukkan respon senang, semangat serta antusiasme dalam belajar secara aktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Integrasi Kecerdasan Aritfisial Teachable Machine pada Pembelajaran Mendalam Biologi pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan ...