INTEGRASI
“PIR GAYA” (Penjernih AIR TenaGA SurYA) Dalam
EDUCATION
For SUSTAINABLE DEVELOPMENT (ESD)
SDGs
No. 6 (Clean Water & Sanitation)
ABSTRAK
Sebuah
penelitian Inovasi karya Project mengenai penerapan media pembelajaran (PIR
GAYA) penjernih air tenaga surya pada pembelajaran ESD telah dilakukan untuk
mengungkap penguasaan konsep siswa SMA pada materi perubahan lingkungan. Siswa
kelas X pada salah satu SMA Negeri di Kota Bandung telah dilibatkan sebagai
partisipan penelitian (n=35). Instrumen penelitian yang digunakan soal tes penguasaan
konsep untuk menilai pemahaman materi perubahan lingkungan dan angket tanggapan
siswa. Penguasaan konsep di analisis dari N-Gain.
Menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan Penguasaan konsep sebesar 0,78
dengan kategori tinggi. Hasil angket menunjukkan bahwa siswa
memberikan respon positif, merasa senang dan semangat terhadap pembelajaran ESD
terintegrasi PIR GAYA. Kesimpulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran
penjernih air tenaga surya yang diterapkan dalam pembelajaran ESD dapat meningkatkan
penguasaan konsep dan
mendapat tanggapan baik dari siswa
LATAR
BELAKANG
ESD dilaksanakan untuk mendukung dan
mencapai tujuan Sustainability Development Goals (SDGs). Salah satu SDGs
yang harus di wujudkan adalah SDGs no. 6 yaitu Clean Water & Sanitation.
Seiring dengan krisis air bersih yang terus terjadi maka melalui pelaksanaan
ESD di sekolah harapannya permasalahan ini dapat teratasi. ESD dapat diterapkan
oleh guru kepada siswa ketika mengajar di kelas. Dalam konteks ini, siswa
diberikan permasalahan mengenai bagaimana mengatasi fenomena krisis air bersih.
Guru akan membimbing siswa untuk membuat suatu produk penjernih air tenaga
surya yang berkelanjutan. Penjernih air tenaga surya dapat disebut juga penjernih
air tenaga surya Guru akan membuat modelnya terlebih dahulu sebagai acuan bagi
siswa untuk mengembangkannya. Dengan bantuan media penjernihan air tenaga surya
dapat melatih kreatifitas dan berpikir kritis siswa juga penguasaan konsep
mengenai upaya mengatasi pencemaran air.
Penjernih air tenaga surya ini, dapat juga
dijadikan sebagai media pembelajaran, dimana guru akan menggunakan produk penjernih
air tenaga surya ini untuk menjelaskan dan menyampaikan informasi mengenai
materi perubahan lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan (SDGs) pada siswa.
Misalnya apa sajakah komponen yang digunakan untuk penjernihan air? Apa fungsi
dari masing-masing komponen tersebut? Bagaimana cara agar dapat mengalirkan air
untuk dijernihkan secara otomatis tanpa menggunakan energi listrik?. Pertanyaan-pertnyaan
tersebut adalah pemantik pada siswa dalam pembelajaran berbasis ESD. Dalam hal
ini siswa akan memahami komponen-komponen yang digunakan untuk menjernihkan air
seperti pasir, ijuk, batu bata, arang aktif beserta fungsinya masing-masing.
Siswa juga akan memahami bahwa penggunaan penjernih air dengan menggunakan solar
cell/ atau tenaga matahari sudah termasuk upaya berkelanjutan yang ramah
lingkungan dalam mengatasi permasalahan air bersih.
BAB II
IDE INOVASI
Deskripsi
produk penjernih air tenaga surya ini adalah gabungan antara penjernih
air sederhana/ tradisional (menggunakan botol bekas di tambah pasir, ijuk, batu
bata, kerikil, bricket dsb) dengan solar cell. Kemudian produk ini akan
dijadikan sebagai bahan/ media pembelajaran pada mata pelajaran Biologi, materi
Perubahan lingkungan (Sub Materi Pencemaran Air) sekaligus mengajarkan ESD
(Pendidikan untuk Pembangungan Berkelanjutan).
Berikut merupakan perbandingan penjernih
air biasa dengan PIR GAYA (Penjernih aIR tenaGA surYA) diantaranya
adalah:
Tabel 1. Perbandingan Penjernih Air Biasa dengan PIR
GAYA
|
Penjernih Air biasa |
“PIR GAYA” (Penjernih air tenaga surya) |
|
Memasukan
air keruh nya secara manual menggunakan tenaga tangan manusia atau
menggunakan energi listrik |
Memasukan
air keruh nya secara otomatis menggunakan tenaga matahari |
|
Kurang ramah lingkungan karena
menggunakan listrik |
Ramah
lingkungan karena menggunakan energi cahaya matahari |
|
Tidak
digunakan sebagai media pembelajaran |
Dijadikan
sebagai media pembelajaran yang menarik dan interaktif |
|
Biasanya siswa kurang dilibatkan dalam
pemanfaatan penjernih air biasa dalam pembelajaran |
Siswa
dilibatkan secara aktif baik dalam simulasi dan demonstrasi maupun
pengembangan dalam pembuatan penjernih air tenaga surya |
|
Siswa
kurang memahami konsep yang diajarkan serta maksud dan tujuan dari simulasi
atau demonstrasi penjernih air biasa |
Siswa
sangat memahami konsep yang diajarkan dari kegiatan simulasi atau demonstrasi
produk media pembelajaran penjernih air tenaga surya |
|
Tidak ada keterkaitannya dengan sistem
berkelanjutan atau prinsip Education for sustainability development
(ESD) dalam upaya mencapai salah satu tujuan Sustainable development goals |
Berkaitan
dengan sistem berkelanjutan atau prinsip Education for sustainability
development (ESD) dalam upaya mencapai salah satu tujuan Sustainable
development goals |
BAB III
METODOLOGI/ DESIGN PROJECT
Metodologi
yang digunakan adalah Metode eksperimen (dalam arti penelitian yaitu dengan
memberikan perlakuan) di mana guru melakukan eksperimen dengan membuat produk penjernih
air tenaga surya kemudian diterapkan dalam pembelajaran dan di ukur
hasilnya. Sedangkan dalam arti inovasi karya ini, penjernih air tenaga surya di
gunakan sebagai metode media pembelajaran. Sehingga metode yang digunakan
adalah metode pembelajaran simulasi atau demonstrasi media penjernih air tenaga
surya untuk menyampaikan materi mengenai perubahan lingkungan (pencemaran air).
Guru
terlebih dahulu membuat produk penjernih air tenaga surya selain untuk
dijadikan sebagai media pembelajaran juga sebagai acuan bagi siswa untuk
dikembangkan pada pembelajaran. Dalam hal ini, siswa membuat dan mengembangkan penjernih
air tenaga surya nya sesuai dengan kreativitas dan keinginan mereka sendiri.
Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk membuat desain rancangan penjernih air
kemudian siswa membuat penjerniha air nya dari botol bekas sesuai dengan desain
rancangan yang mereka buat.
Design
Project nya : Penjernih air tradisional dari botol bekas + modifikasi pompa +
modifikasi solar cell kemudian dirangkai menjadi produk penjernih air
tenaga surya. Secara garis besar, berikut design project awal:
BAB IV
IMPLIKASI / KEBERMANFAATAN
Berdasarkan
hasil pengamatan selama proses pembelajaran, didapatkan rata-rata skor pre test
dan post test untuk mengukur penguasaan konsep serta tanggapan siswa. Berikut
akan diuraikan hasil penelitian nya.
1.
Penguasaan Konsep
Hasil
penelitian untuk Tes penguasaan konsep diperoleh melalui tes yang dilakukan di
awal dan di akhir pembelajaran. Tes penguasaan konsep teridiri dari soal
tentang topik perubahan lingkungan.
Persentase
rata-rata skor pretest, posttest dan N-Gain penguasaan konsep siswa pada pembelajaran
ESD dengan PIR GAYA secara keseluruhan dapat dilihat pada Tabel 2 berikut:
Tabel 2. Rata-rata Pretest, Posttest dan N-Gain Penguasaan Konsep
|
Aspek |
Nilai |
N-Gain |
Kategori |
|
|
Pretest |
Posttest |
|||
|
Rata-rata |
75 |
94 |
0.78 |
Tinggi |
|
Uji Normalitas |
0,055 |
|
0,09 |
Terdapat
perbedaan yang signifikan |
Berdasarkan
Tabel 2 terilhat bahwa terjadi peningkatan penguasaan konsep siswa sebesar 0,78
dengan kategori tinggi, rata-rata nilai sebelum perlakuan adalah 75 menjadi 94
setelah mendapat perlakuan berupa penerapan pembelajaran ESD dengan PIR GAYA.
Rata-rata gain yang dinormalisasi kelas yang diteliti termasuk kategori tinggi.
Sedangkan untuk uji normalitas menunjukkan angka 0,09 yang artinya terdapat
perbedaan signifikan dalam peningkatan penguasaan konsep. Berdasarkan gain yang
dinormalisasi dapat disimpulkan bahwa siswa yang melaksanakan Pembelajaran ESD
dengan PIR GAYA memiliki peningkatan penguasaan konsep yang signifikan. Berikut
merupakan grafik peningkatan penguasaan konsep Perubahan lingkungan melalui
pembelajaran jarak jauh, tersaji dalam gambar 2 berikut:
Gambar 2. Grafik
Peningkatan Penguasaan Konsep Materi Perubahan Lingkungan
Untuk
membantu siswa dalam penguasaan konsep pada pembelajaran ESD dengan PIR GAYA
siswa di berikan aktivitas-aktivitas
yang melatihkan penguasaan konsep seperti mengajak siswa bereksplorasi, siswa menemukan dan mengemukakan
pendapatnya, mengkritisi permasalahan serta mengajukan solusi mengenai
Perubahan Lingkungan. Sesuai dengan pendapat Winkel (1991) bahwa penguasaan
konsep dapat dimiliki siswa apabila siswa dilatih untuk memahaminya melalui
penggunaan konsep, kaidah dan prinsip. Bahan ajar nya menyajikan kegiatan dan
materi yang melatihkan siswa untuk menghubungkan antara konsep yang baru
dipelajarinya dengan fenomena yang dekat dengannya yang penerapannya sering
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran yang dirasakan
siswa lebih bermakna. Seiring dengan pendapat Dahar (1996) bahwa siswa yang
menguasai konsep adalah siswa yang mampu memahami makna secara ilmiah baik
teori maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain
penguasaan konsep, pada penelitian ini juga dibahas mengenai tanggapan siswa
ketika melaksanakan pembelajaran ESD menggunakan PIR GAYA. Hampir seluruh siswa
mengatakan setuju bahwa pembelajaran ESD dapat diikuti dengan baik dan mudah,
membuat belajar lebih bersemangat, melatih kreativitas dan berpikir kritis
serta mempermudah pemahaman materi yang diajarkan
Selain meningkatkan penguasaan konsep dan tanggapan
positif siswa, Implikasi atau Kebermanfaatan lainnya yang didapat dari
pembelajaran ESD dengan PIR GAYA adalah sebagai berikut:
·
Mampu mengembangkan kreativitas siswa ketika
membuat penjernih air seperti yang dicontohkan oleh guru nya (Guru membuatnya
terlebih dahulu sebagai standar acuan)
·
Mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis
siswa dalam membuat solusi permasalahan air bersih
·
Mampu meningkatkan penguasaan atau penguasaan
konsep siswa pada materi perubahan lingkungan khususnya pencemaran air
·
Dapat dijadikan bahan pembelajaran yang mampu
memotivasi siswa untuk belajar aktif (Pembelajaran yang berpusat pada siswa)
·
Dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai pembangunan
yang berkelanjutan (ESD dalam mendukung tercapainya SDGs)
·
Dapat menjadi inspirasi bagi guru lain ketika
melaksanakan pembelajaran yang terbukti dapat meningkatkan kreatifitas,
berpikir kiritis dan penguasaan konsep siswa
·
Dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pemerintah
atau swasta serta masyarakat luas mengenai penjernih air bertenaga surya yang
ramah lingkungan
BAB V
ORIGINALITAS / UNSUR KEBARUAN PROJECT
· Bahan/ Media Pembelajaran berupa produk penjernih air tenaga surya (Cahaya matahari) ini merupakan inovasi karena biasanya penjernih air yang dibuat adalah penjernih air tradisional yang manual atau air keruh di masukan kedalam penyaring secara manual sengaja oleh tangan manusia.
·
Sedangkan penjernih air tenaga surya ini akan
mengalirkan air keruh secara otomatis kedalam alat penjernihnya tanpa
menggunakan banyak energi baik tenaga manusia maupun energi listrik. Hal ini
sejalan dengan prinsip berkelanjutan, dimana produk yang dibuat tidak
menimbulkan polusi tetapi benar-benar produk ramah lingkungan tenaga matahari.
·
Deskripsi produk penjernih air tenaga surya ini
adalah gabungan antara penjernih air sederhana/ tradisional (menggunakan botol
bekas di tambah pasir, ijuk, batu bata, kerikil, arang dsb) yang dipadukan
dengan solar cell.
·
Kemudian produk ini akan dijadikan sebagai
bahan/ media pembelajaran pada mata pelajaran Biologi, materi Perubahan
lingkungan (Sub Materi Pencemaran Air)
·
Pembuatan produk ini juga sekaligus mengajarkan
ESD (Pendidikan untuk Pembangungan Berkelanjutan) pada siswa yang sangat
dibutuhkan sebagai bekal masa kini dan masa depan
DAFTAR
PUSTAKA
Dahar,
R. W. (1996). Teori-Teori Belajar.
Jakarta : Erlangga
UNESCO
(2003). UN Decade of Education for Sustainable Development (2005-2014).
[Online] http://portal.unesco.org/education/en/ [3 Maret 2006].
UNESCO
(2003). Education for Sustainable Development. [Online]
http://portal.unesco.org/education/en/ [3 Maret 2006].
UNESCO
(2003). Education for Sustainable Development – A Transdisciplinary Approach to
Education: An Instrument for Action. http://portal.unesco.org/education/en/ [3
Maret
Winkel.
W.S. (1991). Psikologi Pendidikan.
Jakarta: Gramedia






Tidak ada komentar:
Posting Komentar