Kamis, 30 Oktober 2025

 

INTEGRASI “PIR GAYA” (Penjernih AIR TenaGA SurYA) Dalam

EDUCATION For SUSTAINABLE DEVELOPMENT (ESD)

SDGs No. 6 (Clean Water & Sanitation)

 

ABSTRAK

Sebuah penelitian Inovasi karya Project mengenai penerapan media pembelajaran (PIR GAYA) penjernih air tenaga surya pada pembelajaran ESD telah dilakukan untuk mengungkap penguasaan konsep siswa SMA pada materi perubahan lingkungan. Siswa kelas X pada salah satu SMA Negeri di Kota Bandung telah dilibatkan sebagai partisipan penelitian (n=35). Instrumen penelitian yang digunakan soal tes penguasaan konsep untuk menilai pemahaman materi perubahan lingkungan dan angket tanggapan siswa. Penguasaan konsep di analisis dari N-Gain. Menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan Penguasaan konsep sebesar 0,78 dengan kategori tinggi. Hasil angket menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif, merasa senang dan semangat terhadap pembelajaran ESD terintegrasi PIR GAYA. Kesimpulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran penjernih air tenaga surya yang diterapkan dalam pembelajaran ESD dapat meningkatkan penguasaan konsep dan mendapat tanggapan baik dari siswa

 Kata Kunci: Media Pembelajaran PIR GAYA (penjernih air tenaga surya), Penguasaan konsep

 BAB I

LATAR BELAKANG

 Dewasa ini permasalahan lingkungan, seperti pemanasan global, kesehatan, keanekaragaman hayati dan pencemaran terus terjadi (Segara, 2015). Permasalahan yang kompleks ini timbul sebagai akibat ulah perilaku manusia itu sendiri, sehingga perlu upaya untuk menyelesaikannya dengan pendekatan multidisipliner dan multidimensional. Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan atau Education sustainable development (ESD) merupakan salah satu upaya solusi yang dapat dilakukan yakni untuk membekali masyarakat akan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai-nilai agar mampu memenuhi segala kebutuhan hidupnya dengan selalu memperhatikan kebutuhan generasi saat ini dan generasi mendatang (UNESCO, 2012).

ESD dilaksanakan untuk mendukung dan mencapai tujuan Sustainability Development Goals (SDGs). Salah satu SDGs yang harus di wujudkan adalah SDGs no. 6 yaitu Clean Water & Sanitation. Seiring dengan krisis air bersih yang terus terjadi maka melalui pelaksanaan ESD di sekolah harapannya permasalahan ini dapat teratasi. ESD dapat diterapkan oleh guru kepada siswa ketika mengajar di kelas. Dalam konteks ini, siswa diberikan permasalahan mengenai bagaimana mengatasi fenomena krisis air bersih. Guru akan membimbing siswa untuk membuat suatu produk penjernih air tenaga surya yang berkelanjutan. Penjernih air tenaga surya dapat disebut juga penjernih air tenaga surya Guru akan membuat modelnya terlebih dahulu sebagai acuan bagi siswa untuk mengembangkannya. Dengan bantuan media penjernihan air tenaga surya dapat melatih kreatifitas dan berpikir kritis siswa juga penguasaan konsep mengenai upaya mengatasi pencemaran air.

Penjernih air tenaga surya ini, dapat juga dijadikan sebagai media pembelajaran, dimana guru akan menggunakan produk penjernih air tenaga surya ini untuk menjelaskan dan menyampaikan informasi mengenai materi perubahan lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan (SDGs) pada siswa. Misalnya apa sajakah komponen yang digunakan untuk penjernihan air? Apa fungsi dari masing-masing komponen tersebut? Bagaimana cara agar dapat mengalirkan air untuk dijernihkan secara otomatis tanpa menggunakan energi listrik?. Pertanyaan-pertnyaan tersebut adalah pemantik pada siswa dalam pembelajaran berbasis ESD. Dalam hal ini siswa akan memahami komponen-komponen yang digunakan untuk menjernihkan air seperti pasir, ijuk, batu bata, arang aktif beserta fungsinya masing-masing. Siswa juga akan memahami bahwa penggunaan penjernih air dengan menggunakan solar cell/ atau tenaga matahari sudah termasuk upaya berkelanjutan yang ramah lingkungan dalam mengatasi permasalahan air bersih.

BAB II

            IDE INOVASI

 

Untuk mengatasi permasalahan SDGs no. 6 Clean water and sanitation seperti krisis air bersih di lingkungan sekitar kita maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah  dengan membuat produk penjernih. Agar penjernih air yang dibuat ini ramah lingkungan maka pemanfaatan solar cell (tenaga surya) menjadi pilihan yang paling tepat. Hal ini juga merupakan inovasi karena biasanya penjernih air yang dibuat adalah manual atau air keruh yang akan dijernihkan di masukan kedalam penyaring secara sengaja oleh tangan dan tenaga manusia. Sedangkan penjernih air tenaga surya ini akan mengalirkan air keruh secara otomatis kedalam alat penjernihnya tanpa menggunakan banyak energi baik tenaga manusia maupun energi listrik. Hal ini sejalan dengan prinsip berkelanjutan, dimana produk yang dibuat tidak menimbulkan polusi tetapi benar-benar produk ramah lingkungan.

Deskripsi produk penjernih air tenaga surya ini adalah gabungan antara penjernih air sederhana/ tradisional (menggunakan botol bekas di tambah pasir, ijuk, batu bata, kerikil, bricket dsb) dengan solar cell. Kemudian produk ini akan dijadikan sebagai bahan/ media pembelajaran pada mata pelajaran Biologi, materi Perubahan lingkungan (Sub Materi Pencemaran Air) sekaligus mengajarkan ESD (Pendidikan untuk Pembangungan Berkelanjutan).

Berikut merupakan perbandingan penjernih air biasa dengan PIR GAYA (Penjernih aIR tenaGA surYA) diantaranya adalah:

Tabel 1. Perbandingan Penjernih Air Biasa dengan PIR GAYA

Penjernih Air biasa

“PIR GAYA” (Penjernih air tenaga surya)

Memasukan air keruh nya secara manual menggunakan tenaga tangan manusia atau menggunakan energi listrik

Memasukan air keruh nya secara otomatis menggunakan tenaga matahari

Kurang ramah lingkungan karena menggunakan listrik

Ramah lingkungan karena menggunakan energi cahaya matahari

Tidak digunakan sebagai media pembelajaran

Dijadikan sebagai media pembelajaran yang menarik dan interaktif

Biasanya siswa kurang dilibatkan dalam pemanfaatan penjernih air biasa dalam pembelajaran

Siswa dilibatkan secara aktif baik dalam simulasi dan demonstrasi maupun pengembangan dalam pembuatan penjernih air tenaga surya

Siswa kurang memahami konsep yang diajarkan serta maksud dan tujuan dari simulasi atau demonstrasi penjernih air biasa

Siswa sangat memahami konsep yang diajarkan dari kegiatan simulasi atau demonstrasi produk media pembelajaran penjernih air tenaga surya

Tidak ada keterkaitannya dengan sistem berkelanjutan atau prinsip Education for sustainability development (ESD) dalam upaya mencapai salah satu tujuan Sustainable development goals

Berkaitan dengan sistem berkelanjutan atau prinsip Education for sustainability development (ESD) dalam upaya mencapai salah satu tujuan Sustainable development goals

BAB III

METODOLOGI/ DESIGN PROJECT

 

Metodologi yang digunakan adalah Metode eksperimen (dalam arti penelitian yaitu dengan memberikan perlakuan) di mana guru melakukan eksperimen dengan membuat produk penjernih air tenaga surya kemudian diterapkan dalam pembelajaran dan di ukur hasilnya. Sedangkan dalam arti inovasi karya ini, penjernih air tenaga surya di gunakan sebagai metode media pembelajaran. Sehingga metode yang digunakan adalah metode pembelajaran simulasi atau demonstrasi media penjernih air tenaga surya untuk menyampaikan materi mengenai perubahan lingkungan (pencemaran air).

Guru terlebih dahulu membuat produk penjernih air tenaga surya selain untuk dijadikan sebagai media pembelajaran juga sebagai acuan bagi siswa untuk dikembangkan pada pembelajaran. Dalam hal ini, siswa membuat dan mengembangkan penjernih air tenaga surya nya sesuai dengan kreativitas dan keinginan mereka sendiri. Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk membuat desain rancangan penjernih air kemudian siswa membuat penjerniha air nya dari botol bekas sesuai dengan desain rancangan yang mereka buat.

Design Project nya : Penjernih air tradisional dari botol bekas + modifikasi pompa + modifikasi solar cell kemudian dirangkai menjadi produk penjernih air tenaga surya. Secara garis besar, berikut design project awal:

 


                                                                             BAB IV

IMPLIKASI / KEBERMANFAATAN

 Pembelajaran ESD yang di implementasikan dalam penelitian ini adalah Pembelajaran menggunakan media PIR GAYA (Penjernih Air Tenaga Surya). Guru membuat dan mencoba terlebih dahulu agar memiliki standar PIR GAYA yang akan diterapkan dalam pembelajaran. Pada saat integrasi dalam pembelajaran, guru memberikan challenge atau tantangan pada siswa untuk memikirkan sebuah solusi akibat permasalahan yang disajikan. Permasalahan tersebut adalah terjadinya krisis air bersih yang dapat disebabkan oleh perubahan lingkungan atau pencemaran, Guru akan mengarahkan dan membimbing siswa untuk mengusulkan solusi yang salah satunya adalah dengan membuat penjernih air. Karena ini merupakan pembelajaran ESD maka siswa akan diarahkan untuk membuat penjernih air yang tidak biasa, yaitu penjernih air yang ramah lingkungan, hemat energi dan meiliki prinsip berkelanjutan. Dalam hal inilah Penjernih Air Tenaga Surya menjadi pilihan solusi yang tepat.   

Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pembelajaran, didapatkan rata-rata skor pre test dan post test untuk mengukur penguasaan konsep serta tanggapan siswa. Berikut akan diuraikan hasil penelitian nya.

1. Penguasaan Konsep

Hasil penelitian untuk Tes penguasaan konsep diperoleh melalui tes yang dilakukan di awal dan di akhir pembelajaran. Tes penguasaan konsep teridiri dari soal tentang topik perubahan lingkungan.

Persentase rata-rata skor pretest, posttest dan N-Gain penguasaan konsep siswa pada pembelajaran ESD dengan PIR GAYA secara keseluruhan dapat dilihat pada Tabel 2 berikut:

Tabel 2. Rata-rata Pretest, Posttest dan N-Gain Penguasaan Konsep

Aspek

Nilai

N-Gain

Kategori

Pretest

Posttest

Rata-rata

75

94

0.78

Tinggi

Uji Normalitas

0,055

 

0,09

Terdapat perbedaan yang signifikan

 

Berdasarkan Tabel 2 terilhat bahwa terjadi peningkatan penguasaan konsep siswa sebesar 0,78 dengan kategori tinggi, rata-rata nilai sebelum perlakuan adalah 75 menjadi 94 setelah mendapat perlakuan berupa penerapan pembelajaran ESD dengan PIR GAYA. Rata-rata gain yang dinormalisasi kelas yang diteliti termasuk kategori tinggi. Sedangkan untuk uji normalitas menunjukkan angka 0,09 yang artinya terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan penguasaan konsep. Berdasarkan gain yang dinormalisasi dapat disimpulkan bahwa siswa yang melaksanakan Pembelajaran ESD dengan PIR GAYA memiliki peningkatan penguasaan konsep yang signifikan. Berikut merupakan grafik peningkatan penguasaan konsep Perubahan lingkungan melalui pembelajaran jarak jauh, tersaji dalam gambar 2 berikut:

Gambar 2. Grafik Peningkatan Penguasaan Konsep Materi Perubahan Lingkungan

Untuk membantu siswa dalam penguasaan konsep pada pembelajaran ESD dengan PIR GAYA siswa di berikan aktivitas-aktivitas  yang melatihkan penguasaan konsep seperti mengajak siswa bereksplorasi, siswa menemukan dan mengemukakan pendapatnya, mengkritisi permasalahan serta mengajukan solusi mengenai Perubahan Lingkungan. Sesuai dengan pendapat Winkel (1991) bahwa penguasaan konsep dapat dimiliki siswa apabila siswa dilatih untuk memahaminya melalui penggunaan konsep, kaidah dan prinsip. Bahan ajar nya menyajikan kegiatan dan materi yang melatihkan siswa untuk menghubungkan antara konsep yang baru dipelajarinya dengan fenomena yang dekat dengannya yang penerapannya sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran yang dirasakan siswa lebih bermakna. Seiring dengan pendapat Dahar (1996) bahwa siswa yang menguasai konsep adalah siswa yang mampu memahami makna secara ilmiah baik teori maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

 




2. Tanggapan Siswa

Selain penguasaan konsep, pada penelitian ini juga dibahas mengenai tanggapan siswa ketika melaksanakan pembelajaran ESD menggunakan PIR GAYA. Hampir seluruh siswa mengatakan setuju bahwa pembelajaran ESD dapat diikuti dengan baik dan mudah, membuat belajar lebih bersemangat, melatih kreativitas dan berpikir kritis serta mempermudah pemahaman materi yang diajarkan



 

 

 

 

 

 

 

 


Selain meningkatkan penguasaan konsep dan tanggapan positif siswa, Implikasi atau Kebermanfaatan lainnya yang didapat dari pembelajaran ESD dengan PIR GAYA adalah sebagai berikut:

·         Mampu mengembangkan kreativitas siswa ketika membuat penjernih air seperti yang dicontohkan oleh guru nya (Guru membuatnya terlebih dahulu sebagai standar acuan)

·         Mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam membuat solusi permasalahan air bersih

·         Mampu meningkatkan penguasaan atau penguasaan konsep siswa pada materi perubahan lingkungan khususnya pencemaran air

·         Dapat dijadikan bahan pembelajaran yang mampu memotivasi siswa untuk belajar aktif (Pembelajaran yang berpusat pada siswa)

·         Dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai pembangunan yang berkelanjutan (ESD dalam mendukung tercapainya SDGs)

·         Dapat menjadi inspirasi bagi guru lain ketika melaksanakan pembelajaran yang terbukti dapat meningkatkan kreatifitas, berpikir kiritis dan penguasaan konsep siswa

·         Dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pemerintah atau swasta serta masyarakat luas mengenai penjernih air bertenaga surya yang ramah lingkungan

   


BAB V

ORIGINALITAS / UNSUR KEBARUAN PROJECT

·         Bahan/ Media Pembelajaran berupa produk penjernih air tenaga surya (Cahaya matahari) ini merupakan inovasi karena biasanya penjernih air yang dibuat adalah penjernih air tradisional yang manual atau air keruh di masukan kedalam penyaring secara manual sengaja oleh tangan manusia. 

·         Sedangkan penjernih air tenaga surya ini akan mengalirkan air keruh secara otomatis kedalam alat penjernihnya tanpa menggunakan banyak energi baik tenaga manusia maupun energi listrik. Hal ini sejalan dengan prinsip berkelanjutan, dimana produk yang dibuat tidak menimbulkan polusi tetapi benar-benar produk ramah lingkungan tenaga matahari.

·         Deskripsi produk penjernih air tenaga surya ini adalah gabungan antara penjernih air sederhana/ tradisional (menggunakan botol bekas di tambah pasir, ijuk, batu bata, kerikil, arang dsb) yang dipadukan dengan solar cell

·         Kemudian produk ini akan dijadikan sebagai bahan/ media pembelajaran pada mata pelajaran Biologi, materi Perubahan lingkungan (Sub Materi Pencemaran Air) 

·         Pembuatan produk ini juga sekaligus mengajarkan ESD (Pendidikan untuk Pembangungan Berkelanjutan) pada siswa yang sangat dibutuhkan sebagai bekal masa kini dan masa depan






DAFTAR PUSTAKA

 

Dahar, R. W. (1996). Teori-Teori Belajar. Jakarta : Erlangga

 Depdiknas. 2003. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, tentang  Pendidikan Nasional. Jakarta : Depdiknas

 Segara, N.B. (2015). Education For Sustainable Development (ESD) Sebuah Upaya Mewujudkan Kelestarian Lingkungan. Universitas Swadaya Gunung Djati Kota Cirebon

 

UNESCO (2003). UN Decade of Education for Sustainable Development (2005-2014). [Online] http://portal.unesco.org/education/en/ [3 Maret 2006].

 

UNESCO (2003). Education for Sustainable Development. [Online] http://portal.unesco.org/education/en/ [3 Maret 2006].

 

UNESCO (2003). Education for Sustainable Development – A Transdisciplinary Approach to Education: An Instrument for Action. http://portal.unesco.org/education/en/ [3 Maret

 

Winkel. W.S. (1991). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Gramedia

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Integrasi Kecerdasan Aritfisial Teachable Machine pada Pembelajaran Mendalam Biologi pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan ...